SMA KOLESE DE BRITTO Intelligent,Creative,Self-Fulfilled
Jl Laksda Adisucipto No. 161 YOGYAKARTA, INDONESIA 55281 Telp. (0274) 518667 Fax (0274) 547606
Berita Kampus
Selasa, 13 April 2010 Mencecap Manisnya Talenta Menulis
Awal Bulan April ini, di tengah hiruk-pikuk
hajatan Ujian Akhir Sekolah dan Olimpiade Sains 2010, De Britto kembali
mengukir prestasi melalui karya tulis Ignatius Aquino Mayo Pang (XI IPA4). Nino,
panggilan akrabnya, menyabet juara II Lomba Karya Tulis Siswa Se-Indonesia 2010
di Jurusan Hubungan Internasional Universitas Prahyangan (UNPAR) Bandung, pada
tanggal 8-10 April yang lalu. Didampingi Pak Arifin, Nino mencoba menerjemahkan
tema lomba CONTEMPORARY THREATS TOWARDS STATE SECURITYmenjadi
sebuah gagasan dalam ranah Biologi Lingkungan dengan tulisan berjudul “MOMOK
IMPERIALISME LINGKUNGAN”
Tulisan ini menuang gagasan bahwa keamanan global
tidak hanya dipicu oleh isu tradisonal yaitu perang maupun sistem pertahanan
keamanan yang kacau, melainkan dapat juga disebabkan karena isu kontemporer
berupa kerusakan lingkungan. Dimulai dari contoh fakta kerusakan lingkungan di
Kutub Utara,
India,
dan
Kalimantan, Nino mencoba menyimpulkan
terjadinya sebuah tragedi pemanasan global (Global
Warming). Sebagian “pelaku” pemanasan global inilah yang bisa dinamakan
imperialis. Tanpa terasa, mereka mengeksploitasi sumber daya alam negara lain
agar sumber daya alamnya sendiri tetap aman. Sebagai contoh, Negara Cina yang
banyak mengimpor kayu dari
Indonesia,
sementara hutan Cina tetap terlindungi. Kestabilan keamanan mulai terusik
manakala negara-negara terimperalis makin menyadari keterjajahannya tersebut.
Contoh yang diungkapkan Nino adalah pertikaian antara Palestina dan
Israel yang
selalu memperebutkan sumber air bawah tanah. Secara lokal, kasus seseorang yang
tewas dihajar
massa karena menyerobot antrian
air di pinggiran
India
semakin menunjukkan bahwa ada isu kontemporer di bidang keamanan.
Di akhir tulisannya, Nino tetap optimis untuk
dapat terjadinya sebuah perubahan. Meminjam teori Yohanes Surya tentang
Mestakung (Semesta Mendukung), ada titik terang untuk menyelamatkan lingkungan
yang berimbas terhadap keamanan global.