SMA KOLESE DE BRITTO Intelligent,Creative,Self-Fulfilled
Jl Laksda Adisucipto No. 161 YOGYAKARTA, INDONESIA 55281 Telp. (0274) 518667 Fax (0274) 547606
Berita Kampus
Sabtu, 17 April 2010 De Britto Mengikuti Kompetisi Basket DBL 2010
SMA Kolese de Britto sebagai juara bertahan, kembali
mengikuti kompetisi basket terbesar di
Indonesia, Development Basketball League (DBL). Agak berbeda dari sistem
pertandingan sebelumnya, DBL seri Jogja tahun ini memakai sistem grup. De
Britto berada di grup A bersama SMA Bopkri 1 dan SMA Bopkri 2. Pembukaan DBL
sekaligus pertandingan perdana bagi SMA Kolese de Britto dilakukan pada hari
Jumat, 16 April 2010 di GOR UNY Yogyakarta. Tampil melawan tim basket SMA Bopkri
1, tim de Britto langsung menghentak dan menghasilkan skor final 55-31. Hasil
ini layak didapatkan sebagai buah dari kerja keras mempersiapkan kompetisi ini.
Hasil ini tentu sangat menguntungkan pihak de Britto untuk lolos ke babak
selanjutnya.
Bukan hanya dengan tim basket, SMA Kolese de Britto juga
meramaikan DBL dengan grup Cheers JB yang sangat kreatif. Berbeda dengan tim
cheers lainnya, SMA Kolese de Britto selalu mengusung tema-tema unik tertentu
dan dipadu dengan koreografi dance yang
kreatif. Pada penampilan perdananya, tim cheers JB mengusung tema horor.
Seluruh anggota cheers berdandan ala makhluk halus: vampire, suster ngesot,
pocongan, gendruwo, drakula, dll.
Polah tim
cheers ini sangat menghibur. Berkali-kali mereka berhasil membuat para penonton
tertawa dan bertepuk tangan.
Satu hal lagi yang amat menonjol dari seluruh penampilan de
Britto adalah tim JB Mania, yaitu tim suporter SMA de Britto. Bukan hanya
diperkuat oleh para siswa de Britto, para alumni pun masih fanatik pada
almamater de Britto dan
ikut datang bersama dengan adik-adik kelasnya. JB Mania memang telah menyiapkan
diri lama sebelumnya untuk kompetisi DBL ini. Mereka membuat lagu dan yel baru,
membeli alat musik baru, dan berlatih musik pengiring.
Bukan hanya itu, tim JB Mania juga membuktikan dirinya
sebagai suporter yang kreatif dan elegan. Tidak hanya mampu mendukung tim
basket dengan jumlah anggota yang banyak, mereka mencoba peduli dengan
keseluruhan penyelenggaraan DBL. Untuk itulah, mereka menerapkan konsep datang bersih pulang bersih, datang kotor
pulang bersih. Maksudnya, tim JB Mania tidak mau meninggalkan lapangan
dalam keadaan kotor. Mereka aktif ikut membersihkan lapangan tempat mereka
berada. Konsep baru yang lainnya adalah 3 in 1. Artinya, satu tas dipakai
untuk bertiga. Hal ini ternyata sangat penting untuk memperlancar arus masuk
penonton. Panitia selalu meneliti tas penonton. Hal itulah yang seringkali
membuat antrian panjang. Konsep 3 in 1 ini dengan jitu mengatasi masalah
tersebut.
Apa yang ditampilkan tim basket, tim cheers dan tim JB Mania
memang unik, kreatif dan total. Hal itu tentu tidak lepas dari pendidikan yang
sehari-hari mereka terima di sekolah. Mereka diajak untuk selalu menjadi man for others, manusia bagi sesamanya.
Ketika ada temannya yang bekerja keras, yang lain akan terdorong untuk membantu
dalam kapasitasnya masing-masing.
Para siswa
de Britto juga selalu dilatih agar dapat menggunakan kebebasan secara
bertanggungjawab. Itulah sebabnya muncul begitu banyak kretivitas, keunikan
yang membantu sesamanya.