SMA KOLESE DE BRITTO Intelligent,Creative,Self-Fulfilled
Jl Laksda Adisucipto No. 161 YOGYAKARTA, INDONESIA 55281 Telp. (0274) 518667 Fax (0274) 547606
Berita Kampus
Selasa, 27 April 2010 Peringkat UN SMA de Britto Naik Signifikan
Serentak dengan seluruh SMA/MA/SMK se-Indonesia, para siswa
kelas XII SMA Kolese de Britto menerima hasil Ujian Nasional. Bertempat di aula
SMA Kolese de Britto, tepat pukul 10.00 WIB seluruh rangkaian pengumuman
kelulusan dimulai. Sebagai pengantar, Wakasek Kesiswaan, Rm. Dwiko SJ,
mengingatkan para siswa bahwa kelulusan ini berarti bahwa mereka semua dituntut
untuk semakin dalam menghayati nilai-nilai de Britto, terutama nilai man for others. Wujud nyata dari nilai
tersebut antara lain adalah tidak adanya coret-coret baju seragam karena lebih
baik seragam tersebut disumbangkan kepada adik kelas yang masih membutuhkan.
Setelahnya, Kepala Sekolah menyampaikan pengumuman
kelulusan, dimulai dari kelas Bahasa, IPS, dan terakhir IPA. Untuk kelas
Bahasa, tahun ini SMA Kolese de Britto kembali lulus 100 persen. Sementara itu,
dari kelas IPS dan IPA, masing-masing jurusan memiliki 3
orang siswa yang tidak lulus UN. Enam
orang yang tidak lulus UN
ini akan mengikuti UN susulan pada tanggal 10-14 Mei 2010 nanti. Jumlah
ketidaklulusan ini tentu saja terkait dengan besarnya angkat ketidaklulusan di
seluruh DIY. Jumlah peserta ujian yang tidak lulus di DIY sebesar 23,70%,
tertinggi di
Pulau
Jawa.
Pelaksanaan UN tahun ini juga membawa sebuah kabar gembira
bagi SMA Kolese de Britto karena peringkat UN sekolah meningkat signifikan. Peningkatan
paling kentara terdapat pada jurusan IPA. Di tingkat Kabupaten, de Britto
menduduki peringkat 2 dan di tingkat Provinsi, peringkat 9. Khusus untuk
sekolah swasta, jurusan IPA de Britto baik di tingkat Kabupaten dan Provinsi
menduduki peringkat 1. Kenaikan peringkat sekolah juga terjadi di jurusan IPS
dan Bahasa.
Setelah pengumuman UN di sekolah selesai, para siswa SMA
Kolese de Britto mengadakan ritual yang setiap tahun mereka adakan, yaitu long march dari sekolah sampai ke Tugu
Jogja. Berseragam putih abu-abu, para siswa menantang panasnya matahari dan
berjalan dengan khidmat menuju Tugu. Sesampainya di
sana, para siswa mengelilingi Tugu Jogja
beberapa kali. Setelahnya, mereka menyanyikan lagu
Indonesia
Raya dan menutup ritual tersebut dengan menyanyikan Mars de Britto.