SMA KOLESE DE BRITTO Intelligent,Creative,Self-Fulfilled
Jl Laksda Adisucipto No. 161 YOGYAKARTA, INDONESIA 55281 Telp. (0274) 518667 Fax (0274) 547606
Berita Kampus
Jum'at, 20 November 2009 Pasar Malam Ning JB
Sabtu, 14
November 2009, SMA Kolese de Britto menyelenggarakan Malam Budaya bertajuk Pasar
Malam Ning JB. Acara ini adalah salah satu program Presidium 2009-2010. Diadakan
di lapangan sepakbola de Britto, pasar malam digelar dari pukul 16.30-23.00,
terdiri dari tiga bagian besar: panggung musik, stand-stand permainan, dan
stand kuliner.
pasar malam de Britto dimulai
Band Vermata: JB-Stece sedang beraksi
Panggung musik
dimeriahkan oleh berbagai band de Britto hasil seleksi. Dari tiga belas
kelompok band yang mendaftar, dipilih 5 band untuk ditampilkan. Selain itu,
masih ada band gabungan de Britto-Stella Duce 1. Band gabungan ini telah
bermain bersama sebelumnya, yaitu di dalam pertunjukan drama Sampek Engtay
JB-Stece akhir Agustus yang lalu. Ditampilkan pula band ekskul musik de Britto.
Panggung musik menghadirkan juga bintang tamu band indie Jogjakarta: The
Monophone dan Rizky Summerbee and the Honeythief serta dipuncaki oleh penampilan
band asal Bandung Mocca.
Stand-stand
permainan diisi oleh berbagai permainan unik. Ada permainan Thuthuk sak modare: pemain memukuli
berbagai kepala boneka yang tiba-tiba muncul secara acak dari berbagai lobang
sebuah papan. Ada permainan memasukkan gelang-gelang ke leher bebek yang
berlarian. Ada pula permainan melempari tubuh seseorang dengan spon basah.
Stand permainan ini menjadi lengkap dengan kehadiran sebuah bianglala.
permainan Thuthuk sak modare
Berada di bagian
barat lapangan de Britto, stand kuliner diisi oleh berbagai makanan tradisional
khas pasar malam. Ada makanan ringan gulali dan arum manis; keduanya ditemani
oleh minuman tradisional wedang tahu dan wedang ronde. Di situ terdapat pula
dua stand makanan yang memiliki merk khas JB, yaitu Martabak Manis 161 dan
Bakso Jinemji.
stand bakso Jinemji
Sejak pintu masuk
mulai dibuka, penonton mulai menyemut di tiga bagian besar stand itu. Semakin malam,
semakin ramai pula penonton berdatangan. Meskipun pada sore itu terdapat
beberapa acara serupa di Jogja, rupanya pasar malam ning de Britto masih
menarikbanyak minat. Penonton hadir
melebihi target sebelumnya; lebih dari 3500 penonton memadati lapangan.
Kebanyakan dari mereka adalah siswa-siswi SMA di Jogjakarta. Terdapat antrian
cukup panjang di stand-stand permainan. Bianglala menjadi permainan favorit.
Stand kuliner pun segera diserbu oleh pengunjung. Sebelum acara berakhir, semua
makanan dan minuman telah ludes terjual. Sementara itu, sebagian besar penonton
menyemut di bawah panggung hiburan untuk menyaksikan berbagai band yang ada.
Penonton masih setia sampai pemuncak acara, Mocca, tampil di panggung.
Berbagai komentar
muncul atas penyelenggaran acara ini. Umumnya menyampaikan bahwa de Britto
telah menampilkan sebuah acara yang unik. Memang, SMA Kolese de Britto selalu
mencoba menampilkan acara yang kreatif, meriah, sekaligus memiliki kedalaman.
Malam Budaya selalu menjadi sebuah wadah bagi para siswa de Britto untuk
mempelajari, menampilkan, dan mengkontekstualisasikan berbagai macam budaya
yang mereka miliki. Penyelenggaraan pasar malam ini pun didahului oleh sebuah
studi yang mendalam tentang apa itu pasar malam; bagaimana sejarah
perkembangannya; nilai-nilai apa yang ada di baliknya dan untuk zaman sekarang,
apakah masih kontekstual dan relevan? Hasil studi itu pula yang
dicobakomunikasikan kepada penonton yang hadir melalui berbagai poster hasil
studi yang ditempelkan di antara stand-stand permainan dan kuliner. Dengan
demikian, pasar malam de Britto bukan sekedar tempat berpesta dan
bersenang-senang, tetapi menjadi sebuah tempat sebuah budaya dirawat, dan
dikembangkan.
meriahnya pesta kembang api
Pasar malam
ditutup oleh pesta kembang api. Beragam bentuk dan warna kembang api yang
mewarnai dan mencerahkan langit yang mulai menggelap menjadi simbol harapan
akan masa depan yang lebih cerah, karena orang muda setia dan berani merawat
apa yang menjadi kebudayaannya!